Kumpulan Cerita Sex Terbaru 2018 - Kulihat bibi tidur tidak berselimut, karena biarpun kamar bibi
memakai AC, tapi kelihatan AC-nya diatur agar tidak terlalu dingin.
Posisi tidur bibi telentang dan bibi hanya memakai baju daster merah
muda yang tipis.
Dasternya sudah terangkat sampai di atas perut, sehingga terlihat CD
mini yang dikenakannya berwarna putih tipis, sehingga terlihat belahan
kemaluan bibi yang ditutupi oleh rambut hitam halus kecoklat-coklatan.
Buah dada bibi yang tidak terlalu besar tapi padat itu terlihat
samar-samar di balik dasternya yang tipis, naik turun dengan
teratur.Walaupun dalam posisi telentang, tapi buah dada bibi terlihat
mencuat ke atas dengan putingnya yang coklat muda kecil. Melihat
pemandangan yang menggairahkan itu aku benar-benar terangsang hebat.
Dengan cepat kemaluanku langsung bereaksi menjadi keras dan berdiri
dengan gagahnya, siap tempur. Perlahan-lahan kuberjongkok di samping
tempat tidur dan tanganku secara hati-hati kuletakkan dengan lembut pada
belahan kemaluan bibi yang mungil itu yang masih ditutupi dengan CD.
Perlahan-lahan tanganku mulai mengelus-elus kemaluan bibi dan juga
bagian paha atasnya yang benar-benar licin putih mulus dan sangat
merangsang.Terlihat bibi agak bergeliat dan mulutnya agak tersenyum,
mungkin bibi sedang mimpi, sedang becinta dengan paman. Aku melakukan
kegiatanku dengan hati-hati takut bibi terbangun.
Perlahan-lahan kulihat bagian CD bibi yang menutupi kemaluannya
mulai terlihat basah, rupanya bibi sudah mulai terangsang juga. Dari
mulutnya terdengar suara mendesis perlahan dan badannya
menggeliat-geliat perlahan-lahan. Aku makin tersangsang melihat
pemandangan itu.Cepat-cepat kubuka semua baju dan CD-ku, sehingga
sekarang aku bertelanjang bulat. Penisku yang 19 cm itu telah berdiri
kencang menganguk-angguk mencari mangsa.
Dan aku membelai-belai buah dadanya, dia masih tetap tertidur saja.
Aku tahu bahwa puting dan klitoris bibiku tempat paling suka dicumbui,
aku tahu hal tersebut dari film-film bibiku. Lalu tanganku yang satu
mulai gerilya di daerah vaginanya. Kemudian perlahan-lahan aku
menggunting CD mini bibi dengan gunting yang terdapat di sisi tempat
tidur bibi.Sekarang kemaluan bibi terpampang dengan jelas tanpa ada
penutup lagi.
Perlahan-lahan kedua kaki bibi kutarik melebar, sehingga kedua
pahanya terpentang. Dengan hati-hati aku naik ke atas tempat tidur dan
bercongkok di atas bibi. Kedua lututku melebar di samping pinggul bibi
dan kuatur sedemikian rupa supaya tidak menyentuh pinggul bibi. Tangan
kananku menekan pada kasur tempat tidur, tepat di samping tangan bibi,
sehingga sekarang aku berada dalam posisi setengah merangkak di atas
bibi.Tangan kiriku memegang batang penisku. Perlahan-lahan kepala
penisku kuletakkan pada belahan bibir kemaluan bibi yang telah basah
itu. Kepala penisku yang besar itu kugosok-gosok dengan hati-hati pada
bibir kemaluan bibi.
Terdengar suara erangan perlahan dari mulut bibi dan badannya agak
mengeliat, tapi matanya tetap tertutup. Akhirnya kutekan perlahan-lahan
kepala kemaluanku membelah bibir kemaluan bibi.Sekarang kepala
kemaluanku terjepit di antara bibir kemaluan bibi. Dari mulut bibi tetap
terdengar suara mendesis perlahan, akan tetapi badannya kelihatan mulai
gelisah. Aku tidak mau mengambil resiko, sebelum bibi sadar, aku sudah
harus menaklukan kemaluan bibi dengan menempatkan posisi penisku di
dalam lubang vagina bibi.
Sebab itu segera kupastikan letak penisku agar tegak lurus pada
kemaluan bibi. Dengan bantuan tangan kiriku yang terus membimbing
penisku, kutekan perlahan-lahan tapi pasti pinggulku ke bawah, sehingga
kepala penisku mulai menerobos ke dalam lubang kemaluan bibi.Kelihatan
sejenak kedua paha bibi bergerak melebar, seakan-akan menampung desakan
penisku ke dalam lubang kemaluanku.
Badannya tiba-tiba bergetar menggeliat dan kedua matanya mendadak
terbuka, terbelalak bingung, memandangku yang sedang bertumpu di
atasnya. Mulutnya terbuka seakan-akan siap untuk berteriak. Dengan cepat
tangan kiriku yang sedang memegang penisku kulepaskan dan buru-buru
kudekap mulut bibi agar jangan berteriak.
Karena gerakanku yang tiba-tiba itu, posisi berat badanku tidak
dapat kujaga lagi, akibatnya seluruh berat pantatku langsung menekan ke
bawah, sehingga tidak dapat dicegah lagi penisku menerobos masuk ke
dalam lubang kemaluan bibi dengan cepat.Badan bibi tersentak ke atas dan
kedua pahanya mencoba untuk dirapatkan, sedangkan kedua tangannya
otomatis mendorong ke atas, menolak dadaku. Dari mulutnya keluar suara
jeritan, tapi tertahan oleh bekapan tangan kiriku.”Aauuhhmm.. aauuhhmm..
hhmm..!” desahnya tidak jelas.
Kemudian badannya mengeliat-geliat dengan hebat, kelihatan bibi
sangat kaget dan mungkin juga kesakitan akibat penisku yang besar
menerobos masuk ke dalam kemaluannya dengan tiba-tiba.Meskipun bibi
merontak-rontak, akan tetapi bagian pinggulnya tidak dapat bergeser
karena tertekan oleh pinggulku dengan rapat.
Karena gerakan-gerakan bibi dengan kedua kaki bibi yang
meronta-ronta itu, penisku yang telah terbenam di dalam vagina bibi
terasa dipelintir-pelintir dan seakan-akan dipijit-pijit oleh otot-otot
dalam vagina bibi. Hal ini menimbulkan kenikmatan yang sukar
dilukiskan.Karena sudah kepalang tanggung, maka tangan kananku yang
tadinya bertumpu pada tempat tidur kulepaskan. Sekarang seluruh badanku
menekan dengan rapat ke atas badan bibi, kepalaku kuletakkan di samping
kepala bibi sambil berbisik kekuping bibi.
“Bii.., bii.., ini aku Eric. Tenang bii.., sshheett.., shhett..!” bisikku.
Bibi masih mencoba melepaskan diri, tapi tidak kuasa karena badannya
yang mungil itu teperangkap di bawah tubuhku. Sambil tetap mendekap
mulut bibi, aku menjilat-jilat kuping bibi dan pinggulku secara
perlahan-lahan mulai kugerakkan naik turun dengan teratur.Perlahan-lahan
badan bibi yang tadinya tegang mulai melemah.Kubisikan lagi ke kuping
bibi,
“Bii.., tanganku akan kulepaskan dari mulut bibi, asal bibi janji
jangan berteriak yaa..?”Perlahan-lahan tanganku kulepaskan dari mulut
bibi.Kemudian Bibi berkata,
“Riic.., apa yang kau perbuat ini..? Kamu telah memperkosa
Bibi..!”Aku diam saja, tidak menjawab apa-apa, hanya gerakan pinggulku
makin kupercepat dan tanganku mulai memijit-mijit buah dada bibi,
terutama pada bagian putingnya yang sudah sangat mengeras.Rupanya
meskipun wajah bibi masih menunjukkan perasaan marah, akan tetapi reaksi
badannya tidak dapat menyembunyikan perasaannya yang sudah mulai
terangsang itu.
Melihat keadaan bibi ini, tempo permainanku kutingkatkan
lagi.Akhirnya dari mulut bibi terdengar suara, “Oohh.., oohh.., sshh..,
sshh.., eemm.., eemm.., Riicc.., Riicc..!”Dengan masih melanjutkan
gerakan pinggulku, perlahan-lahan kedua tanganku bertumpu pada tempat
tidur, sehingga aku sekarang dalam posisi setengah bangun, seperti orang
yang sedang melakukan push-up.Dalam posisi ini, penisku menghujam
kemaluan bibi dengan bebas, melakukan serangan-serangan langsung ke
dalam lubang kemaluan bibi.
Kepalaku tepat berada di atas kepala bibi yang tergolek di atas
kasur. Kedua mataku menatap ke bawah ke dalam mata bibi yang sedang
meram melek dengan sayu. Dari mulutnya tetap terdengar suara
mendesis-desis. Selang sejenak setelah merasa pasti bahwa bibi telah
dapat kutaklukan, aku berhenti dengan kegiatanku. Setelah mencabut
penisku dari dalam kemaluan bibi, aku berbaring setengah tidur di
samping bibi.
Sebelah tanganku mengelus-elus buah dada bibi terutama pada bagian putingnya.
“Eehh.., Ric.., kenapa kau lakukan ini kepada bibimu..!”
katanya.Sebelum menjawab aku menarik badan bibi menghadapku dan memeluk
badan mungilnya dengan hati-hati, tapi lengket ketat ke badan.
Bibirku mencari bibinya, dan dengan gemas kulumat habis. Woowww..!
Sekarang bibi menyambut ciumanku dan lidahnya ikut aktif menyambut
lidahku yang menari-nari di mulutnya.Selang sejenak kuhentikan ciumanku
itu.Sambil memandang langsung ke dalam kedua matanya dengan mesra, aku
berkata, ”
Bii.. sebenarnya aku sangat sayang sekali sama Bibi, Bibi sangat
cantik lagi ayu..!”Sambil berkata itu kucium lagi bibirnya selintas dan
melanjutkan perkataanku, “Setiaap kali melihat Bibi bermesrahan dengan
Paman, aku kok merasa sangat cemburu, seakan-akan Bibi adalah milikku,
jadi Bibi jangan marah yaa kepadaku, ini kulakukan karena tidak bisa
menahan diri ingin memiliki Bibi seutuhnya.”
Selesai berkata itu aku menciumnya dengan mesra dan dengan tidak
tergesa-gesa.Ciumanku kali ini sangat panjang, seakan-akan ingin
menghirup napasnya dan belahan jiwanya masuk ke dalam diriku. Ini
kulakukan dengan perasaan cinta kasih yang setulus-tulusnya. Rupanya
bibi dapat juga merasakan perasaan sayangku padanya, sehingga pelukan
dan ciumanku itu dibalasnya dengan tidak kalah mesra juga.
Beberapa lama kemudian aku menghentikan ciumanku dan aku pun
berbaring telentang di samping bibi, sehingga bibi dapat melihat
keseluruhan badanku yang telanjang itu.”Iih.., gede banget barang kamu
Ricc..! Itu sebabnya tadi Bibi merasa sangat penuh dalam badan Bibi.”
katanya, mungkin punyaku lebih besar dari punya paman.Lalu aku mulai
memeluknya kembali dan mulai menciumnya.
Ciumanku mulai dari mulutnya turun ke leher dan terus kedua buah
dadanya yang tidak terlalu besar tapi padat itu. Pada bagian ini mulutku
melumat-lumat dan menghisap-hisap kedua buah dadanya, terutama pada
kedua ujung putingnya berganti-ganti, kiri dan kanan.Sementara aksiku
sedang berlangsung, badan bibi menggeliat-geliat kenikmatan. Dari
mulutnya terdengar suara mendesis-desis tidak hentinya.
Aksiku kuteruskan ke bawah, turun ke perutnya yang ramping, datar
dan mulus. Maklum, bibi belum pernah melahirkan. Bermain-main sebentar
disini kemudian turun makin ke bawah, menuju sasaran utama yang terletak
pada lembah di antara kedua paha yang putih mulus itu.Pada bagian
kemaluan bibi, mulutku dengan cepat menempel ketat pada kedua bibir
kemaluannya dan lidahku bermain-main ke dalam lubang vaginanya.
Mencari-cari dan akhirnya menyapu serta menjilat gundukan daging
kecil pada bagian atas lubang kemaluannya. Segera terasa badan bibi
bergetar dengan hebat dan kedua tangannya mencengkeram kepadaku, menekan
ke bawah disertai kedua pahanya yang menegang dengan kuat.
Keluhan panjang keluar dari mulutnya, “Oohh.., Riic.., oohh..
eunaakk.. Riic..!”Sambil masih terus dengan kegiatanku itu,
perlahan-lahan kutempatkan posisi badan sehingga bagian pinggulku berada
sejajar dengan kepala bibi dan dengan setengah berjongkok. Posisi
batang kemaluanku persis berada di depan kepala bibi. Rupanya bibi
maklum akan keinginanku itu, karena terasa batang kemaluanku dipegang
oleh tangan bibi dan ditarik ke bawah. Kini terasa kepala penis
menerobos masuk di antara daging empuk yang hangat.
Ketika ujung lidah bibi mulai bermain-main di seputar kepala
penisku, suatu perasaan nikmat tiba-tiba menjalar dari bawah terus naik
ke seluru badanku, sehingga dengan tidak terasa keluar erangan
kenikmatan dari mulutku.Dengan posisi 69 ini kami terus bercumbu, saling
hisap-mengisap, jilat-menjilat seakan-akan berlomba-lomba ingin
memberikan kepuasan pada satu sama lain.
Beberapa saat kemudian aku menghentikan kegiatanku dan berbaring
telentang di samping bibi. Kemudian sambil telentang aku menarik bibi ke
atasku, sehingga sekarang bibi tidur tertelungkup di atasku. Badan bibi
dengan pelan kudorong agak ke bawah dan kedua paha bibi kupentangkan.
Kedua lututku dan pantatku agak kunaikkan ke atas, sehingga dengan
terasa penisku yang panjang dan masih sangat tegang itu langsung
terjepit di antara kedua bibir kemaluan bibi.Dengan suatu tekanan oleh
tanganku pada pantat bibi dan sentakan ke atas pantatku, maka penisku
langsung menerobos masuk ke dalam lubang kemaluan bibi. Amblas semua
batangku.”Aahh..!” terdengar keluhan panjang kenikmatan keluar dari
mulut bibi.Aku segera menggoyang pinggulku dengan cepat karena kelihatan
bahwa bibi sudah mau klimaks.
Bibi tambah semangat juga ikut mengimbangi dengan menggoyang
pantatnya dan menggeliat-geliat di atasku. Kulihat wajahnya yang cantik,
matanya setengah terpejam dan rambutnya yang panjang tergerai, sedang
kedua buah dadanya yang kecil padat itu bergoyang-goyang di
atasku.Ketika kulihat pada cermin besar di lemari, kelihatan pinggul
bibi yang sedang berayun-ayun di atasku. Batang penisku yang besar
sebentar terlihat sebentar hilang ketika bibi bergerak naik turun di
atasku. Hal ini membuatku jadi makin terangsang.
Tiba-tiba sesuatu mendesak dari dalam penisku mencari jalan keluar,
hal ini menimbulkan suatu perasaan nikmat pada seluruh badanku. Kemudian
air maniku tanpa dapat ditahan menyemprot dengan keras ke dalam lubang
vagina bibi, yang pada saat bersamaan pula terasa berdenyut-denyut
dengan kencangnya disertai badannya yang berada di atasku bergetar
dengan hebat dan terlonjak-lonjak.
Kedua tangannya mendekap badanku dengan keras.Pada saat bersamaan
kami berdua mengalami orgasme dengan dasyat. Akhirnya bibi tertelungkup
di atas badanku dengan lemas sambil dari mulut bibi terlihat senyuman
puas.”Riic.., terima kasih Ric. Kau telah memberikan Bibi kepuasan
sejati..!”Setelah beristirahat, kemudian kami bersama-sama ke kamar
mandi dan saling membersihkan diri satu sama lain.
Sementara mandi, kami berpelukan dan berciuman disertai kedua tangan
kami yang saling mengelus-elus dan memijit-mijit satu sama lain,
sehingga dengan cepat nafsu kami terbangkit lagi. Dengan setengah
membopong badan bibi yang mungil itu dan kedua tangan bibi menggelantung
pada leherku,
kedua kaki bibi kuangkat ke atas melingkar pada pinggangku dan
dengan menempatkan satu tangan pada pantat bibi dan menekan, penisku
yang sudah tegang lagi menerobos ke dalam lubang kemaluan bibi.”Aaughh..
oohh.. oohh..!” terdengar rintihan bibi sementara aku
menggerakan-gerakan pantatku maju-mundur sambil menekan ke atas.Dalam
posisi ini, dimana berat badan bibi sepenuhnya tertumpu pada kemaluannya
yang sedang terganjel oleh penisku, maka dengan cepat bibi mencapai
klimaks.
“Aaduhh.. Riic.. Biibii.. maa.. maa.. uu.. keluuar.. Riic..!” dengan
keluhan panjang disertai badannya yang mengejang, bibi mencapai
orgasme, dan selang sejenak terkulai lemas dalam gendonganku.Dengan
penisku masih berada di dalam lubang kemaluan bibi, aku terus
membopongnya. Aku membawa bibi ke tempat tidur.
Dalam keadaan tubuh yang masih basah kugenjot bibi yang telah lemas
dengan sangat bernafsu, sampai aku orgasme sambil menekan kuat-kuat
pantatku. Kupeluk badan bibi erat-erat sambil merasakan airmaniku
menyemprot-nyemprot, tumpah dengan deras ke dalam lubang kemaluan bibi,
mengisi segenap relung-relung di dalamnya.
AC-nya
agar
berselimut
biarpun
bibi
diatur
dingin
kamar
karena
kelihatan
Kulihat
memakai AC
tapi
terlalu
tidak
tidur
0 comments:
Post a Comment
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.